5 Alternatif uTorrent untuk Windows : Lebih Stabil dan Open Source

Sekian lama mungkin banyak dari kita percaya menggunakan utorrent di Windows sebagai torrent client yang kecil, stabil dan juga aman(terutama untuk download iso linux, dan mungkin berbagi file dengan teman kantor). Tetapi setelah beberapa tahun lalu utorrent dibeli oleh BitTorrent, semua berubah, seakan utorrent bukan milik user lagi dan merupakan milik perusahaan. Ketakutan yang selama ini ditakutkan oleh para user utorrent terjadi. Minggu lalu beberapa pakar securitas melaporkan bahwa ada bitcoin minner (Popular torrent client can steal your CPU cycles to mine..)  yang ditanamkan pada utorrent. Alih-alih mengatakan minta maaf, bitTorrent menyalahkan user karena ketika menginstall hanya menekan tombol next tanpa membaca EULA. Ok... Cukup sampai disini. Daripada memusingkan masalah utorrent, lebih baik kita mencari torrent client pengganti utorrent tercinta ini... Hehehe...

Di luar sana banyak sekali alternative utorrent dan juga lebih baik dari utorrent yang memiliki kemampuan sama untuk mendownload ISO Linux atau sekedar share file dengan teman kantor. Yuk kita lihat berikut..

1. Halite (v0.40)



Setelah sekian lama halite tidur karena BinaryNation sebagai developer halite tidak melanjutkan halite, akhirnya di awal tahun 2015 project halite kembali aktif dan memasuki versi 0.40. Halite menggunakan libtorrent-rasterbar, dan merupakan project open source. Berikut beberapa list fitur dari halite berdasarkan BinaryNation :

  • File selection and/or file priority specifications.
  • Managed torrent queue system.
  • Disk cache support.
  • Magnet URI support.
  • Trackerless torrents (using the Mainline kademlia DHT protocol).
  • Supports Magnet URI torrents.
  • Super-seeding.
  • µTorrent style multi-tracker announcing.
  • IP filtering with eMule style ipfilter.dat import.
  • Protocol Encryption support.
  • Translations of the UI into a number of languages through the help of volunteers. (if you wish to help with a translation then please do)
  • Minimize to tray with transfer rate summary.
  • Full Unicode support through UTF-8 and native Windows wide-char strings.
  • Login support where tracker requires it.
  • Ability to edit trackers specified in the torrent.
  • Ability to create torrent files.
  • Port randomisation and forwarding (UnPlug and Play or NAT-PMP).
  • Transfer rate and connection limits both global and per-torrent.
  • Shutdown scheduler.
  • Webseeds.


Sebenarnya menurut pengalaman saya pribadi, halite cukup stabil dan saya pernah menggunakannya di kala versi 0.31-0.34 hanya karena developmentnya berhenti, saya pindah ke FDM dan akhirnya sekarang kembali lagi ke Halite karena saya memutuskan meninggalkan FDM karena terlalu berat versi 5.0.0, dan yang versi 3.9 klasik memiliki permasalahan kompatibilitas dengan windows.
Hanya pernah saya mengalami permasalahan dengan seedingnya ketika versi 0.34 tetapi di 0.40 bug ini sudah di fix. Selain itu sekarang penggunaan CPU terasa lebih ringan.

Nah yang kedua ini adalah project opensource yang sudah lama dikembangakan oleh para user leechers yang dulu menggunakan utorrent dan kecewa setelah utorrent dipindah tangankan pada sebuah perusahaan besar. qBitorrent digadang-gadang menjadi pengganti dari utorrent sejak 2010. Tetapi hingga sekarang memang banyak kekurangan, tetai jika anda menyukai tampilan utorrent, maka qBittorrent cocok untuk anda, karena memiliki tampilan persis dengan utorrent. Hampir persis.. hehehe..
qBittorrent jiga berdasarkan pada libtorrent rasterbar dan juga merupakan project opensource.
Berikut merupakan list fitur yang dimiliki qBittorent berdasarkan qBittorent team

  • Simultaneous download of multiple torrents
  • Integrated torrent search engine
  • Integrated RSS feed reader and downloader
  • Good internationalization
  • DHT, PeX, Encryption, LSD, UPnP, NAT-PMP, µTP
  • Cross platform (Linux, Mac Os, Windows)
  • Very lightweight
  • Torrent queueing and prioritizing
  • Control over files in a torrent (filtering, prioritizing)
  • Nice µTorrent-like interface with Qt4 toolkit (qBittorrent v2.x)
  • IP filtering (eMule dat files or PeerGuardian files)
  • Peer display with country and hostname resolution (qBittorrent v2.x)
  • Advanced control over torrent trackers (qBittorrent v2.x)
  • Closest open source equivalent to µTorrent (qBittorrent v2.x)
  • Torrent creation tool
  • Remote control through Secure Web User Interface
3. Transmission-Qt (v2.84.3)



Pasti semua pembaca tahutek tahu aplikasi ini, karena aplikasi ini adalah torrent client default ubuntu dan beberapa distro linux lain. Nah untuk windows juga ada nih, Diporting di windows dan sangat stabil! Saya mencobanya dan fiturnya persis dengan Transmition di linux ubuntu karena merupakan porting'an dan bisa diakses lewat web interface.


4. Free Download Manager (v3.9.5)




FDM atau Free Download Manager adalah sebuah download manager yang juga built in torrent. Nah inilah kelebihan dari FDM, selain support Torrent, juga support HTTP/FTP download.
Untuk lihat reviewnya FDM klik disini

5. Deluge (v1.3.11)


Deluge adalah torrent client open source yang menggunakan lib torrent rasterbar dan juga memiki tampilan persis seperti utorrent ketika belum diberi iklab-iklan. Deluge sendiri memiliki kemampuan yang mungkin hampir sama dengan apa yang kita harapkan dari sebuah torrent client. Selain itu, tidak seperti utorrent yang biasanya ketika kita menginstall aplikasi ini, installer aplikasi ini tidak akan menginstall aplikasi 3rd party lain yang biasanya adalah sampah ke komputer kita.

Berdasarkan website resminya, fitur-fiture deluge adalah enskripsi penuh, WebUI, Plugin System, dll.


Nah sekian dari saya. Semoga membantu user-user yang kebingungan mencari torrent client pengganti utorrent
(NB: Banyak sekali user-user di forum-forum internet yang merupakan fanboy utorrent pindah ke client lain akibat insiden ini.)



4 comments :

Ikhwan Setiawan mengatakan...

artikel yang menarik gan, agan sendiri menggunakan yang mana dan kalau boleh tahu alasannya kenapa?

Benyamin Limanto mengatakan...

Hahha, pertanyaan'nya pendek tetapi jawabannya panjang.. Saya pribadi sekarang pakai TransmissionQt, ga tahu bisa kaya kesengsem saya TransmissionQt(Mungkin dulu gara2 pakek linux akhirnya jebol laptop balik ke windows ori dan kangen linux, akhirnya pakek TransmissionQt buat mengobati rasa kangen rasa linux.).
Transmission ada WebUI yang simple. Menurut pribadi saya nyaman saja dengan Transsmission dan UI'nya simple ga riber. sebelumnya pernah pakek halite, kaya yang aku sebutin di atas, cuman ya gimana gitu.. kurang kalau gada WebUI'nya, wkwkw...

Mocha Dwi mengatakan...

mantaf gan :D yang di cari2 (:sungkem)

muhammad ilham mengatakan...

saya vote buat qBittorent
nice and useful apps, bisa langsung search torrent nya dari aplikasinya, ga perlu cari2 lagi dari luar aplikasi.. (y)
ilham2930.blogspot.com

Poskan Komentar