12 Ekstensi GNOME Shell Paling Fungsional

GNOME Shell sudah berkembang lumayan pesat sejak kelahirannya pada tahun 2011. Ia telah melewati kritik yang pedas dan pujian yang hangat selama usianya yang relatif muda ini. Walaupun begitu, GNOME Shell terus berkembang dari buah bibit konsep shell, hingga realita yang ia jadi sekarang.
Salah satu yang menjadi kekuatannya adalah ekstensibilitasnya. Fungsionalitas GNOME Shell dapat kita perluas dengan menggunakan extensions. Sama dengan extensions di Google Chrome dan plug-ins di Firefox, kita dapat menambahkan, mengurangi, merubah dan mengatur hampir segala aspek dari shell ini. Oleh karena itu, walaupun sifat GNOME Shell yang lebih tertutup daripada GNOME 2.x, kita dapat mengembangkan kemampuan GNOME Shell.

Di posting ini, saya akan mendaftarkan n ekstensi GNOME Shell yang paling populer dan produktif (menurut saya). Untuk memasang ekstensi tersebut, silahkan kunjungi situsnya di extensions.gnome.org dan klik "saklar"nya.
Sebelum memasang ekstensi di bawah, saya sarankan untuk menginstall Advanced Tools (gnome-tweak-tool) jika belum. Untuk memasang:

sudo apt-get install gnome-tweak-tool

Sebelum memasang ekstensi ini, ada dua catatan:
Pertama, ada sebuah bug yang muncul di Google Chrome dan Chromium yang membuat situs extensions.gnome.org tidak bisa untuk memasang ekstensi.
Kedua, semua ekstensi di bawah telah di gunakan pada GNOME Shell yang terkandung pada GNOME 3.4. Untuk Ubuntu 12.04 tidak perlu ada memasang/meng-update paket aplikasi. Untuk versi di bawah dan di atasnya, saya tidak tahu.

  1. User Themes
    Ekstensi paling penting. Gunakan ekstensi ini jika Anda ingin menggunakan variasi tema-tema GNOME Shell. Gunakan GNOME Tweak Tool untuk mengganti tema shell.

  2. Alternative Status Menu
    Status Menu adalah daftar opsi yang muncul ketika mengklik nama/username Anda di panel atas, samping kanan. Jika Anda perhatikan, Status Menu kekurangan opsi yang cukup sepele, tetapi penting, yaitu shut down. Entah karena alasan apa para pengembang GNOME memilih untuk meniadakan opsi ini, saya tidak tahu. Untungnya ada ekstensi yang memberi Anda opsi ini, plus opsi-opsi tambahan juga. Catatan: jika kalian belum tahu, ketika Anda menekan "Alt" saat Status Menu-nya terbuka, maka opsi "Suspend" akan berganti menjadi "Power Off".


  3. Activities Button Text
    Ekstensi ini berfungsi untuk mengganti teks "Activities" yang ada di sebelah kiri panel GNOME Shell menjadi teks yang lain. Ada juga ekstensi Activities Configurator yang memberi pilihan lebih luas, tetapi, secara pribadi, ekstensi Activities Button Text lebih dari cukup bagi saya.
    Pada update terbaru, ada tool untuk mengatur ekstensi lewat GNOME Shell Extension Preferences. Tool ini dapat diakses pada extensions.gnome.org/local/ dengan mengklik icon sekrup di samping nama ekstensinya.

  4. Native Window Placement
    Pada tampilan Overview, GNOME Shell menampilkan window aplikasi apa saja yang kita sedang terbuka, seperti ini:
    Namun, ketika kalian mempunyai banyak window, tampilannya jadi membingungkan:
    Agar tampilannya lebih dapat dibaca (dan sedikit lebih menarik), maka gunakan ekstensi Native Window Placement. Ekstensi ini akan mengatur tata letak window Anda pada modus Overview agar konten atau isi dari window lebih jelas untuk dilihat. Hasilnya adalah:
    Catatan (lagi-lagi): Banyak tema yang menjadi kacau karena ekstensi ini, disebabkan cara ekstensi ini ditulis. Sayangnya, tidak ada solusi yang praktis untuk mengatasi tema-tema non-kompatibel selain mengatur source code tema itu sendiri.

  5. Frippery Move Clock
    Ekstensi ini sifatnya sangat sederhana: hanya untuk menggeser letak tanggal dan waktu dari tengah panel ke sebelah kanan, disamping nama Anda. Ini sangat berguna jika Anda mempunyai banyak status icon hingga ke tengah layar.

  6. Window Options
    Ini akan menambahkan opsi-opsi window yang biasanya bisa Anda lihat ketika mengklik-kanan dekorasi window-nya ke GNOME panel. Sangat berguna jika kalian menggunakan aplikasi Maximus*.


  7. Window List
    Jika Anda terbiasa menggunakan GNOME panel di GNOME 2, atau panel sejenis di XCFE atau LXDE, atau bahkan Windows, Anda akan lebih familiar jika menggunakan ekstensi ini. Kegunaannya adalah untuk membuat daftar horizontal window aplikasi yang sedang terbuka pada bagian atas panel.
    Catatan: Ekstensi ini tidak kompatibel dengan ekstensi Window Options (karena alasan yang terlalu jelas). Jadi entah Anda memakai Window Options atau Window List.


  8. Advanced Volume Mixer
    Ekstensi ini berfungsi untuk mengembangkan kontrol dari volume suara dari berbagai macam sumber. Sejauh yang saya tes, ekstensi ini berkerja untuk semua aplikasi yang mengeluarkan suara: Chrome/ium, Totem Movie Player, Audacious, dll.


  9. Alternate Tabs
    Jika kalian perhatikan, tindakan yang dilakukan Unity ketika menggunakan Alt+Tab adalah mengelompokkan window-window aplikasi yang lebih dari satu menjadi satu item yang kemudian dapat di-expand. Seringkali, menurut saya, ini memerlukan waktu yang lebih lama karena perlu menunggu item ganda tersebut untuk meng-expand daftar window-nya.

    Ini sangat membingungkan dan juga kelamaan, apalagi jika Anda bolak-balik antar aplikasi. Sayangnya kelakuan ini juga diangkat oleh GNOME Shell.
    Fungsi ekstensi ini sederhana: untuk meniadakan delay yang ditimbulkan oleh penggabungan item saat Alt+Tab. Seperti dibawah:


  10. Window Overlay Icons
    Sama seperti sebagian besar ekstensi di artikel ini, fungsi ekstensi ini sangat sederhana, yakni untuk menampilkan icon aplikasi sebagai overlay pada mode overview.



  11. Extension List
    Ekstensi sederhana ini berfungsi untuk menampilkan dan mengubah status ekstensi-ekstensi yang terpasang pada sistem Anda pada modus overview.

0 comments :

Poskan Komentar