[Lainnya] 5 Hal yang perlu Anda ketahui ketika baru saja pindah ke Linux

Artikel ini merupakan artikel migrasi dari blog lama saya. Harap jangan dikunjungi karena akan segera ditutup.

Jadi, Anda baru saja pindah? Selamat, dan selamat menempuh jalan yang lebih free! Gak ada lagi bajakan, virus tinggal sikat aja, eror... tergantung pemakaian, tentunya.

Tapi, sebelum memulai mengotak-atik Linux baru Anda, saya sarankan untuk mengetahui beberapa hal dahulu, agar perjalanan Anda lebih mulus dan Anda tidak tergoda untuk kembali ke jalan yang tidak benar. 

  1. Linux is NOT Windows!
    Pertama-tama dan yang paling utama, Linux bukan Windows. Jangan terapkan pemahaman Anda tentang komputer pada Linux jika hanya pernah menggunakan Windows.
    Linux dari dulu, kemaren sampai sekarang dan kedepan juga tidak akan seperti Windows. Linux diciptakan dengan tujuan sebagai OS dan kernel alternatif, bukan duplikat.

    Baca artikel saya yang ini (link coming soon!) untuk info lebih lanjut (peringatan: agak panjang, tapi jangan sampai gak baca, Gan! Rugi!).

    Esensinya, jangan bermain-main dengan Linux seolah Anda dalam lingkungan Windows. Jika Anda orang Jawa masuk ke peradaban Jepang, apakah Anda akan bersikap seperti orang Jawa? Tentu tidak.

    Dan, dari itu, jangan menyerah! Banyak pengguna Linux adalah mantan pengguna Windows. Jika mereka dapat bertransisi, Anda juga bisa. Ketahuilah bahwa komunitas Linux sangat besar. Dan banyak orang yang bersedia dan senang menolong Anda dengan transisi Anda ke Linux (termasuk saya).

  2. Jangan takut menjelajahi jalan tikus.
    Linux banyak sekali variasinya, dan variasi inilah yang menjadi salah satu daya tarik Linux. Kita memiliki ratusan, ribuan, bahkan saya berani mengatakan ratus-ribuan distro Linux oleh karena sifatnya yang opensource.

    Jangan senggan mencoba hal yang baru. Liat aplikasi itu? Pengen? Silahkan! Apa aplikasi itu? Gak tau? Silahkan coba juga! Tidak ada yang menghalangi Anda melakukan apa yang Anda inginkan di Linux.

  3. Anda bukan superuser.
    Salah satu fitur keamanan Linux yang membuatnya jauh lebih superior daripada Windows adalah fakta bahwa user biasa tidak memiliki hak-hak akses ke seluruh sistem.

    Di Windows, Anda dapat senantiasa membuka folder system32. Membuka Program Files. Membuka Users (atau Documents and Settings buat XP kebawah). Anda dapat memasang aplikasi ini, dan itu, dan juga itu tanpa konfirmasi apapun. Inilah celah yang diambil malware; bahwa tidak perlu izin dari pengguna untuk melakukan apapun di komputer Anda.

    Di Linux, yang mempunyai izin sepenuhnya hanya superuser. Tidak lebih. Untuk distro seperti Ubuntu, Anda tidak diperkenankan untuk masuk sebagai superuser; akun yang Anda buat tidak memiliki hak superuser.

  4. Terminal bukan musuh Anda.
    Penggunaan Terminal (prompt) di Linux sering menjadi titik sasaran bagi para kritikus Linux karena menganggap pemakaian Terminal kurang "ramah pengguna" atau user friendly.
    Ini benar, ke suatu batasan.

    Iya, terminal memang kurang menawan untuk mata, tapi bukan berarti dia bukan sumber daya yang kuat. Untuk kebanyakan pengguna Linux -- mulai dari pengembang aplikasi, administrator jaringan, bahkan ibunya si Tono yang di kampung sebelah -- Terminal merupakan alat terkuat di sistem Linux Anda.

  5. Perintah-perintah yang Anda harus tahu fungsinya.
    Mengapa? Karena jika seseorang menyuruh Anda untuk menjalannkan perintah "sudo rm -rf /" dengan janji "bakal mempercepat kinerja sistem", maka Anda akan menghadapi kendala dengan sangat cepat. Berikut adalah ringkasan perintah-perintah umum yang akan Anda temui di Linux:

    • sudo
      Ingat nomor 3?
      Perintah sudo adalah perintah yang sangat kritikal untuk dipahami. sudo membolehkan Anda melakukan suatu perintah dengan hak pengguna lain termasuk root/superuser. Malahan, perintah sudo ini paling sering digunakan untuk melakukan perintah sebagai superuser.
      Tapi hati-hati dengan perintah ini: dengan hak superuser, aplikasi/program apapun dapat melakukan apa saja terhadap sistem. Jika Anda tidak bijak memilih, maka malware Linux bisa juga menyusup merusak sistem.


      Hal yang sama juga berlaku untuk gksu, gksudo, kdesu, kdesudo dll. Bedanya hanya perintah-perintah tadi digunakan untuk aplikasi grafis (seperti file browser, text editor grafis, dll.), dikarenakan lingkungan perintah baris berbeda dengan lingkungan desktop.

    • rm
      Perintah ini digunakan untuk menghapus file dan folder. Penjelasan akan dilakukan di postingan kedepan.


    • cd
      Bagi mereka yang berpengalaman dengan cmd di Windows, perintah ini tidak asing lagi. Fungsinya sama seperti cd di Windows: change directory atau untuk berpindah dari suatu direktori [aktif] ke direktori lain.


    • ls
      Ekuivalen di Windows adalah dir. Digunakan untuk menampilkan daftar direktori yang ada pada direktori aktif.

Selesai! :D
Sisanya tinggal Anda menjelajahi. Bila ada waktu, saya akan update postingan ini ke postingan lanjutan.

13 comments :

Anonim mengatakan...

Pada poin nomor 3, di Windows pun bisa membatasi hak user biasa dengan cara membuat login baru khusus untuk user.

Selain itu, walaupun di ubuntu tidak bisa login sebagai superuser, namun masih tetap bisa menggunakan sudo untuk memakai hak superuser.

BukuHarian mengatakan...

tes 123....

wah, makasih bgt ni buat mas Admin udah memberi secercah harapan dan semangat buat ane yg baru belajar Linux....

ijin Kopas ya, mas....!!!
"Newbie Linuxer"

Anonim mengatakan...

good jobs bro.. :)
btw, beda gksu dan gksudo apa ya?
dan apa bedanya sudo dan gksudo utk aplikasi bergrafis? Kalau dilihat-lihat tidak ada perbedaan tuh..

sebelumnya salam kenal all :p

Muhammad Hari Diputera mengatakan...

@Anonim #1: Iya, Gan. Tapi sayangnya user default pada saat instalasi diberi hak [hampir] sama dengan admin. Dan orang Windows jarang juga membuat user baru yang jenisnya Limited untuk diri mereka sendiri.

@Buku Harian: Silahkan. :) Jangan lupa link kesini lagi, ya?

@Anonim #2: wah, ane juga belum paham sampai sekarang, Gan. Yang ane baca, gksu perlu dijalankan pada aplikasi grafis karena berkaitan dengan lingkungan GNOME, sedangkan sudo tidak terikat lingkungan apapun. :P

arief mengatakan...

Keren nih, untuk yang baru migrasi ke linux. numpang share ke temen saya nih.

Muhammad Hari Diputera mengatakan...

@Gan arief: Silahkan, Gan. :D Jangan lupa referensi kesini juga ya?

Dyan mengatakan...

hidup open source..

pengguna linux ternate mengatakan...

keren... semakin bangga pake linux

Anonim mengatakan...

kalau materi seputar linux yang agak advance ada? hehehehe

Muhammad Hari Diputera mengatakan...

@Anonim #3: Coming soon, Gan! :D
Ane sibuk banget kuliah ni! D: Nggak nyangka semester pertama sibuk amat. =.=;

abii eka mengatakan...

Assalamu'alaikum....makin nambah aja nih pengetahuan ana ama linux.....ma'lum masih ijo....sekarang ini masih make sabily al-Quds (Maverick) pengen coba Oneiric gravis nvidianya gak mendukung.....

Muhammad Hari Diputera mengatakan...

@abii eka: Wa'alaikumsalam.

Masa, Gan? Saya pake laptop bergrafis nVidia, bisa ko'.
Coba masuk ke Additional Drivers (bisa dicari lewat dash atau Alt+F2: "gksudo jockey-gtk".

Mudahan membantu! :)

Yuliirawan mengatakan...

maaf Gan,saya baru install netbook lama saya dengan meego,biasanya sih saya pakai ubuntu. Tapi karena aplikasi dayanya ngga kompatibel maka saya install hp mini saya dengan meego. Saat dicolok flashdisk,bisa terbaca dan bisa copi dari flashdisk ke hardisk tapi kok ndak bisa sebaliknya. Mohon pencerahan. tks

Poskan Komentar